Kritika.id, Bolmut- Gejolak internal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) kian memanas. Kepemimpinan Ketua PWI Bolmut, Patris Babay, kini berada di ujung tanduk setelah mayoritas pengurus dan anggota menggelar rapat pleno, Senin (18/05/2026), di sekretariat sementara PWI Bolmut, Desa Boroko.
Rapat pleno tersebut dihadiri sekitar 70 persen pengurus dan anggota PWI Bolmut. Agenda itu digelar sebagai bentuk respons atas kegelisahan internal organisasi yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
Wakil Ketua I Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) PWI Bolmut, Atmajaya Rachman, menegaskan rapat pleno dilakukan atas dorongan pengurus dan anggota yang menilai kepemimpinan Patris Babay telah mencederai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
“Rapat ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi pengurus dan anggota terkait eksistensi ketua yang dinilai mencederai AD/ART organisasi,” ujar Atmajaya.
Kritik keras juga disampaikan Gandhi Goma, Pembina PWI Sulawesi Utara. Ia menilai Ketua PWI Bolmut tidak lagi menempatkan diri sebagaimana mestinya, baik sebagai pimpinan organisasi maupun sebagai insan pers.
“Ada banyak hal yang dilanggar, dan ini perlu mendapatkan perhatian penuh dari kita semua demi menjaga marwah dan kehormatan organisasi,” tegas Gandhi.
Desakan pembenahan organisasi turut datang dari jajaran PWI Sulawesi Utara. Wakil Ketua Bidang OKK PWI Sulut, Yongki Sumual, yang mengikuti rapat secara daring, meminta PWI Bolmut segera mengambil langkah tegas untuk menyelamatkan organisasi.
“Tidak perlu bertele-tele. Segera rekomendasikan nama caretaker untuk selanjutnya diterbitkan surat keputusan oleh PWI Provinsi, agar Konferensi Luar Biasa bisa segera dilaksanakan,” tegas Yongki.
Sementara itu anggota PWI lainnya, Awaludin Datunugu juga mendesak Dewan Kehormatan untuk memberikan sanksi keanggotaan kepada Patris Babay karena dinilai sangat melanggar AD ART Organisasi.
“Yang harus jadi pertimbangan juga apakah yang bersangkutan hanya diberhentikan atau harus juga diberikan sanksi agar ada efek jerah bagi anggota lainnya,” ujar Awal.
Rapat pleno tersebut akhirnya menghasilkan penujukan Caretaker Ramdan Buhang sebagai Ketua.
Kemudian notulen dan berita acara yang akan disampaikan kepada PWI Provinsi Sulawesi Utara sebagai bahan tindak lanjut, termasuk kemungkinan penunjukan caretaker hingga pelaksanaan Konferensi Luar Biasa (KLB) PWI Bolmut. (isn)_


















Komentar