KRITIKA.ID, Bolangitang – Momentum bulan suci Ramadhan dimanfaatkan dengan penuh makna oleh Rinto Babay, pemuda asal Desa Bolangitang, Kecamatan Bolangitang Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut). Dikenal sebagai tukang cukur rambut yang memiliki usaha barber shop, Rinto menunjukkan sisi religiusnya dengan menggelar lomba hafalan surah Al-Qur’an sekaligus berbagi rezeki kepada anak-anak.
Kegiatan lomba baca dan hafalan surah Al-Qur’an tersebut dilaksanakan di tempat usahanya, Barber Shop miliknya, dan dimulai sejak pukul 10.00 Wita, pagi tadi, Sabtu, (21/02/2025). Lomba ini murni merupakan inisiatif pribadi Rinto Babay tanpa adanya dorongan atau keterlibatan pihak lain.
Rinto juga menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Desa Bolangitang karena kegiatan tersebut tidak melibatkan pemerintah desa setempat. Ia menegaskan bahwa kegiatan itu lahir dari niat dan inisiatifnya sendiri sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi muda di desanya.
Tak hanya menggelar lomba, di momen Ramadhan ini Rinto Babay turut membagikan rezeki berupa uang tunai dan trofi kepada para peserta, yang terdiri dari anak-anak Sekolah Dasar (SD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) di Desa Bolangitang.
Kepada media ini, Rinto mengatakan bahwa dirinya tidak hanya dikenal sebagai tukang cukur rambut dan aktif di dunia olahraga, tetapi juga berusaha meluangkan waktu untuk beribadah, terutama di bulan suci Ramadhan.
“Apalagi di bulan Ramadhan seperti ini, kalau cuma puasa dan sholat tarawih itu belum seberapa buat saya. Saya harus mengambil momen ini dengan mengisi waktu dan menabung pahala dengan cara berbagi rezeki kepada anak-anak melalui kegiatan hafalan surah Al-Qur’an,” ujarnya.
Jumlah peserta yang mengikuti lomba sebanyak enam anak, terdiri dari lima laki-laki dan satu perempuan. Empat peserta merupakan perwakilan dari tingkat SD, sementara dua lainnya dari tingkat TK.
Kegiatan sederhana namun penuh makna ini mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar. Di tengah kesibukannya sebagai pelaku usaha, Rinto Babay membuktikan bahwa Ramadhan adalah waktu terbaik untuk berbagi, menebar kebaikan, dan menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak usia dini. (isn)_












Komentar