POJOKberta.id,POHUWATO,–Dugaan penganiayaan muncul dari salah satu laporan kariyawan BRI unit Yang ada di Kabupatan Pohuwato, Rabu, 11 Januari 2023.
Diketahui Kariyawan tersebut merupakan pekerja magang yang ada di salah satu BRI Unit di pohuwato, berinisial FA (Korban) berusia 24 tahun Desa Palopo Kecamatan Marisa.
Menurut FA Kejadian tersebut bermula dari Miskomunikasi pekerjaan yang terjadi di media sosial (WatsApp Grup) 22 November 2022 pukul 08.00 oleh seorang Mantri BRI (Pegawai Tetap) yang berinisial NS (Pelaku), sehingga terjadi sebuah ketersinggunan Akibat adanya Kata-Kata Kotor berupa Cacian,dan makian di Grub tersebut.
Singkat cerita sejam kemudian NS memasuki kantor selesai tugas lapangan dan melintas di depan pelayanan tempat kerjanya mengisyaratkan FA untuk mengadap keruangannya.
“Setelah sejam kemudian saya lihat beliau melintas di depan tempat saya bekerja melayani nasabah dengan singkatnya dirinya mengisyaratkan saya untuk masuk ruangan, dengan spontan saya menjawab iya.. tetapi saya masih menyelesaikan pelayanan saat itu” Jelasnya lagi.
Setelah beberapa menit dirinya menuju ke ruangan pimpinan melintasi meja kerja NS. Kemudian memanggil FA untuk duduk dihadapannya. FA mengatakan iya tunggu dengan terus berjalan kearah ruangan atasan . NS tak terima sehingga melampiaskan Amarahnya Dengan mendorong saya tepat di depan pintu masuk ruangan tersebut.
“Jadi rencananya, sebelum saya menghadap ke beliau (pelaku), saya harus keruangan pimpinan untuk menyelesaikan pekerjaan saya karna kepentingan nasabah yang mengantri. Tetapi karena ruangan pimpinan harus melewati ruanganya, dirinya meminta saya lagi untuk secepatnya menghadap ke beliau. karna masih dalam posisi memalayani nasabah , maka saya belum mengindahkanya dulu. Dan terus berjalan menuju ruang pimpinan. merasa tidak diharapkan, dirinya langsung menghampiri saya dari belakang langsung dan langsung menarik rambut dan jilbab saya secara bersamaan dan kembali mendorong saya tepat dibagian belakang, dan meleset mengenai bibir saya sehingga berdarah dan sayapun terhempas ke arah pintu sehingga lutut sayapun memar” Ungkap FA.
Tak hanya itu dirinya juga membeberkan kepada awak media maksud baiknya untuk tidak terburu-buru melaporkan karna masih manusiawi. Tetapi NS Terlihat angkuh dan tak mau meminta maaf.
“Memeng saya belum langsung melapor karena saya pikir ini Kejadian dengan sesama internal kariawan bank maka saya masih memberikannya kesempatan namun lucunya dirinya bersikap seperti tidak terjadi apa-apa” katanya pada Kejadian pertama mediasi.
Saat itu FA langsung ke polsek terdekat, namun saat NS mengetahuinya kemudian Di hubungi melalui media Telepon dengan tidak mengakui kesalahannya, bahkan menantang FA untuk melanjutkan laporan..
Setelah kejadian tersebut NS bahkan tidak terlihat mempunyai itikad baik secara personal terhadap FA. Permintaan maafkan keluar dari NS setelah laporan tersebut sudah tersebar sampai ke pihak BRI Kanca Marisa.
Dari kejadian tersebut yang terkesan Lambat karna mediasi dari pihak Mananjemen BRI dilaksanakan nanti seminggu setelah kejadian tersebut. FA tetap melanjutkan laporannya
Yang sampai dengan mediasi terakhir yang dilaksanakan pihak kepolisian yang terkesan NS enggan meminta maaf kepada korban maupun Keluarga korban sudah mengingatkan.Sampai dengan hari ini, laporan sudah di limpahkan ke Polres Pohuwato.
Saat media POJOKberita.id mencoba klarifikasi kepada pihak Bank BRI melalui media televon berkali-kali tidak mendapatkan respon sedikitpun. Hinggga saat ini pihak media masih mencoba untuk menghubungi pihak Bank BRI untuk mendapatkan klarifikasi.
Penulis : Isjan/PB.













Komentar