Mangkir dari Jumpa Pers, Sikap Kapolres Bolmut Disorot dalam Kasus Kematian WG

Mangkir dari Jumpa Pers, Sikap Kapolres Bolmut Disorot dalam Kasus Kematian WG

BOLMUT, Breaking news404 Dilihat

KRITIKA.ID, BOLMUT- Ketidakhadiran Kapolres Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) dalam konferensi pers terkait kematian tahanan Wawan Goma (WG) menuai sorotan dari kalangan wartawan dan organisasi profesi.

Hal tersebut disampaikan oleh Pengurus PWI Bolmut, Kurniawan Golonda, pada Selasa (7/4/2026). Ia menegaskan, seharusnya Kapolres hadir langsung dalam jumpa pers yang digelar di lobi Polres, mengingat kasus tersebut menyangkut dugaan kematian tahanan yang hingga kini belum diketahui secara jelas motifnya.

“Seharusnya konferensi pers itu disampaikan langsung oleh Kapolres. Jika berhalangan, bisa diwakilkan kepada Wakapolres, didampingi Kasat Reskrim dan Kasi Humas,” ujar Golonda.

Menurutnya, ketidakhadiran Kapolres dalam konferensi pers tersebut menimbulkan kesan kurang baik, khususnya bagi insan pers. Ia bahkan menilai, sikap tersebut seolah menganggap kasus kematian WG sebagai hal biasa.

Maka kami menilai kata Golonda, kematian WG ini terkesan dianggap biasa saja, hingga Kapolres mangkir dari konferensi pers kemarin. Ini tentu menimbulkan kesan yang kurang baik bagi wartawan. tegasnya.

Golonda juga mempertanyakan transparansi penanganan kasus tersebut, terutama terkait status hukum almarhum saat masih menjadi tahanan.

“Sangat aneh, ketika ada tahanan meninggal, tetapi saat konferensi pers tidak dijelaskan status kasusnya. Selain itu, apakah pemeriksaan kesehatan tahanan dilakukan secara rutin juga belum jelas,” tambahnya.

Senada dengan itu, Wartawan Tribun Manado Biro Bolmut, Alfry Agogoh, mengaku menyayangkan sikap Kapolres yang dinilai kurang responsif terhadap media.

“Kami sangat menyayangkan sikap Kapolres yang terkesan cuek terhadap kasus ini. Padahal kejadian tahanan meninggal bukan kali pertama terjadi di Polres Bolmut,” ungkap Alfry.

Ia juga menyoroti komunikasi yang dinilai kurang terbuka kepada wartawan.

“Sikap kurang responsif kepada rekan-rekan media juga sering terjadi, dengan alasan tidak ada waktu dan berbagai alasan lainnya,” singkatnya.

Sementara itu, Kapolres Boltara AKBP Juleigtin Siahaan, S.I.K., M.I.K., melalui Plt Kasi Humas AIPDA Bobbi Noe, memberikan penjelasan terkait ketidakhadiran tersebut.

Menurut Bobbi, Kapolres sebenarnya dijadwalkan menyampaikan langsung konferensi pers, namun berhalangan karena sedang melakukan koordinasi terkait persiapan pemakaman almarhum WG.

“Kapolres saat itu sedang berkonsultasi dengan Kapolsek Bolangitang terkait persiapan pemakaman almarhum,” jelas Bobbi.

Ia menambahkan, Kapolres sempat memerintahkan Wakapolres untuk mewakili, namun pada saat bersamaan Wakapolres sedang melaksanakan salat, sehingga dirinya ditunjuk sebagai Plt Kasi Humas untuk menyampaikan keterangan kepada media.

“Wakapolres kemudian menunjuk saya untuk mewakili sebagai Plt Kasi Humas,” tutupnya.
(isn)_

banner 336x280

Komentar